
Di balik keanggunan yang ditampilkan wanita, ternyata terselip beberapa hal yang memuakkan pria. Novelis Gilen Coren menyoroti tujuh kebiasaan wanita yang paling mengganggu pria, seperti dilaporkan Daily Mail.




Suatu hari aku minta ke suamiku untuk pindah dan kos di tempat lain, tapi suamiku menolak, alasannya usahanya siapa yang bakal jaga malam hari karena hanya ada 1 karyawan, itupun waktu kerjanya di siang hari saat aku dan suamiku kerja.
Dan juga siapa yang akan menjaga anak kami kalau kami berdua berangkat ke kantor. Alasan suamiku ada benarnya dan aku tidak bisa lagi mendebatnya.
Jadi enak tidak enak dengan terpaksa aku tinggal satu atap dengan mertua dan kakak sulungnya yang juga sudah menikah tapi tinggal di sana, ditambah nenek wedoknya. Aku orang yang selalu ingin simpel di rumah, semua tugasku di rumah dikerjakan tetangga sebelah karena tempat dinasku yang jauh membuatku lelah jika sudah sampai di rumah.
Sindiran, protes dari orang di rumah adalah makanan hari-hariku, ditambah lagi sikap suamiku yang tidak bertanggung jawab, acuh dan tak perhatian membuatku tambah gak nyaman.
Suamiku pulang kerja langsung ke warnet buat main game sampai sore hari, padahal waktu tugas karyawan juga sampai sore. Tidurpun dia di warnet, hanya balik ke rumah buat mandi dan ganti baju. Hingga tiba pagi kami berangkat kerja dan kami pun tak sempat untuk bincang-bincang dan bertegur sapa.
Apa yang kualami membuat hidupku terasa sepi, suamiku tidak bisa mengurusku, dia tidak paham apa yang dimaksud tanggung jawab. Aku pernah sakit dan mengeluh kepadanya, tapi jawaban yang kuterima begitu menjengkelkan, jawabnya sana pergi berobat. Aku juga pernah dioperasi dan dia sama sekali tidak menemaniku.
Pernah juga aku diklat di luar kota dan harus tinggal di asrama beberapa hari, setiap malam teman sekamarku mendapat telepon dari suaminya sementara aku bahkan sms saja tidak ada.
Otak suamiku seperti sudah dicuci oleh game-game internet, sudah berulang kali ku katakan keinginanku untuk mencari 1 karyawan lagi yang bisa kerja di malam hari, agar saat malam dia bisa bersamaku tapi dia seolah tidak mendengar dan semakin acuh kepadaku.
Walau dia menduakan aku hanya dengan game-game itu, hatiku tetap sepi dan marah. Hingga suatu hari Hp suamiku ketinggalan di kamar dan aku melihat ada 10 panggilan masuk tak terjawab atas nama Ahmad, atasan suamiku di kantornya. Akhirnya telepon itu aku angkat karena aku memang sudah kenal dan pernah bertemu beberapa kali di acara kantor.
Aku tak tahu bagaimana ceritanya, setelah ngobrol lama di Hp, Ahmad meminta nomorku, dan mulai saat itu dia semakin rajin meneleponku sekedar nanya kabarku dan anakku, tentu saja saat suamiku tidak di rumah. Dan aku mulai curhat kepadanya, aku pikir dia atasan suamiku jadi siapa tahu dia bisa menasehatinya di kantor.
Ahmad pun juga curhat tentang kehidupan rumah tangganya, rasanya aku mulai merasa punya sandaran yang selama ini seolah tidak ada tempat untuk mengadu karena orang tuaku sudah nggak ada lagi.
Hari minggu tidak sengaja ketemu dia di outlet kembang hias kebetulan hobinya sama denganku, jadi banyak kecocokan yang kurasa, perhatiannya mulai kurasakan, hingga diam-diam dia biayai kuliahku, puncaknya sewaktu ada pameran perhiasan dia ajak aku janjian untuk melihat-lihat, katanya sekedar untuk ngilangin suntuk, dan tanpa kusangka saat kami makan dia langsung minta jari aku dan dia pasangkan cincin permata dijariku.
Aku tercengang, tak mampu menolak, yang aku rasa adalah kasih sayang dan perhatian yang selama ini tak kudapat dari suamiku, seperti haus bertemu air aku dibuatnya. Sambil menangis dia bilang “maafkan aku, kalau aku mencintaimu,,, aku tau kau butuh perhatian, kasih sayang, sama seperti apa yang kurasakan.
Ya Tuhan aku harus bagaimana, aku sudah punya suami, tapi aku juga tak ingin menyia-nyiakan kasih sayang dan perhatian dari Ahmad. Seperti tau isi hatiku dia bilang gak usah bingung, kita jalani saja semua seiring waktu.
Dan kami pun resmi mengubah status dari sekedar teman menjadi sepasang kekasih, diam-diam kami sering jalan bareng, refresing berdua, dan layaknya sepasang kekasih aku pun dibelainya, dipeluk, dicium, hingga menyentuh bagian sensitifku.
Jujur aku menikmati semua perlakuannya kepadaku, hanya saja kami tidak melanjutkan hubungan intim walau dia pernah mengajakku tapi selalu kutolak karena aku masih takut dosa, walau sebenarnya batin ini sudah sangat menginginkannya, maklum selama ini hubungan intim dengan suami hanya 1 hingga 2 bulan sekali itupun dia lakukan tanpa memuaskanku.
Ya aku merasa bersalah dengan suamiku namun aku telah berusaha membuatnya mengerti keinginanku tapi yang kudapat hanya pertengkaran dari mulutnya, aku cuma ingin dicintai, diperhatikan seperti orang-orang di bumi ini aku juga butuh cinta.
Aku harus bagaimana? mungkin aku adalah istri yang tak tahu malu, berani selingkuh di belakang suami. Aku bingung apalagi sekarang Ahmad telah menceraikan istrinya dan dia menduda, dia mengharapkanku hingga orangtua dan keluarganya dia kenalkan padaku lewat hp, dia selalu bertanya tentang keputusanku, jujur aku masih mencintai suamiku, perjuangan yang tak sedikit kutempuh dari pertama menikah tak punya apa-apa sama-sama pengangguran hingga kami bisa mapan itu semua tak semudah membalikkan telapak tangan tapi ini juga yang buat aku kecewa padanya mengapa dia tak melihat ke belakang.
Ahmad tak lain hanya pelarian bagiku dan aku masih berharap suamiku bisa berubah, sedangkan Ahmad selalu dengan berusaha merebut hatiku dengan perhatian dan kasih sayang. Apa yg akan ku lakukan? tolong aku, apakah ini murni salah ku? ***


Setahun sebelumnya, dalam kampanyenya, Wilders menyatakan akan menutup masjid dan melarang Alquran. Menurut Wilders, Alquran lebih anti-Semit ketimbang Mein Kampf, buku otobiografi Adolf Hitler.
“Saya lebih suka tidak ada Alquran di Belanda sebagaimana kita tidak mau ada Mein Kampf di sini. Saya yakin Alquran dan Islam itu menyamar sebagai agama. Punya kitab suci, punya rumah ibadah, punya imam. Tapi kenyataannya sama sekali bukan agama, melainkan ideologi,” kata Wilders.
Mungkin belakangan ini Wilders sedang merenung, sebab tangan kanannya di Partai Kebebasan satu persatu masuk Islam. Uniknya, mereka mendapat hidayah justru saat sedang menulis buku untuk menyerang Islam.
Siapa saja mereka, mengapa akhirnya mereka mengakui Islam sebagai agama yang benar dan bagaimana komentar Wilders sendiri?

Singkat cerita, aku menikah dengan Hero karena terpaksa, waktu itu umurku masih 18 tahun. Aku dan Hero berpacaran dan telah berhubungan sangat jauh seperti layaknya suami istri. Orang tua yang mengetahui hal tersebut akhirnya memaksaku menikah.
Aku tidak bisa menolak perintah orang tuaku meskipun aku tahu aku sama sekali belum siap, tapi apa daya itu semua juga karena salahku sendiri,dan akhirnya aku resmi menikah dengan Hero.
Di awal pernikahan aku akui merasa tidak bahagia apalagi aku masih selalu teringat dengan mantan pacarku yang masih sangat aku cintai. Setiap aku berhubungan intim dengan suamiku, aku selalu membayangkan andai saja yang ada di hadapanku adalah mantan pacarku itu, khayalan itu terus dan terus aku rasakan hingga saat ini.
Hingga pada suatu hari karena iseng aku mencoba menghubungi mantan pacarku itu, sebut saja namanya Andri. Iya meski aku sudah putus cukup lama dengannya tapi nomor teleponnya masih tetap teringat jelas di kepalaku. Aku coba menghubungi nomor itu dan rasanya senang sekali karena nomor itu ternyata masih aktif.
Dengan jantung yang berdenyut kencang tak karuan di sertai badan yang gemetar di hantui perasaan takut ketahuan suami, akhirnya Andri mengangkat teleponku. Uh senangnya.
Andri menjawab dengan sopannya sambil menanyakan siapa ini? aku tidak bisa langsung menjawab salam dia karena begitu gemetarnya badanku tapi setelah aku menenangkan diriku sendiri akhirnya aku menjawab sapaannya dan berkata, “halo aa gimana kabarnya?” Aku memang memanggil dia dengan sebutan aa, dan dia selalu memanggilku Ade.
“Alhamdulillah baik, ini siapa ya?” dia balik bertanya padaku, aku pun menjawab ni ade a,, mendengar namaku dia begitu happy karna aku adalah orang yang sangat ia sayangi,, “gimana kabar ade?” dia bertanya padaku, aku pun menjawab ade juga baik-baik saja.
Lama kami mengobrol dari sekedar menanyakan kabar sampai membahas hubungan kami di masa lalu. Rinduku padanya semakin memuncak meski perbincangan melalui telepon itu sedikit mencairkan rasaku. Akhirnya kusudahi percakapan kami saat itu karena suamiku sudah pulang.
Aku segera menghampiri suamiku dan menciumnya, serta menyiapkan makanan untuknya, setelah makan kami pun pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk tidur. Sebelum tidur kami sempat melakukan hubungan intim dengan suamiku dan seperti biasa bayangan suamiku seolah berubah menjadi Andri.
Keseokan harinya ketika suamiku sudah berangkat bekerja, aku kembali menghubungi Andri, seperti biasa kami saling bertukar cerita. Dalam kesempatan itu kami sepakat untuk bertemu kapan ada waktu luang.
Dan waktu luang itu terjadi beberapa hari kemudian. Setelah berjanji melalui telepon kami sepakat bertemu di sebuah tempat yang aman sehingga tidak ada orang lain yang bisa mengenali kami. Aku dan Andri akhirnya bertemu, rasanya senang sekali. Kami menggunakan waktu itu dengan sebaik-sebaiknya, kami menumpahkan rasa rindu yang sudah lama tidak terwujud.
Aku seperti gadis yang tak punya suami. Hasratku selama ini akhirnya tercapai. Hari itu dan hari-hari berikutnya, setiap ada kesempatan kami pasti berhubungan intim. Aku resmi berselingkuh dengan Andri dan tidak seorangpun di dunia ini mengetahuinya.
Hubungan kami berlangsung sampai dua tahun, tapi entah kenapa lama kelamaan timbul rasa bersalah kepada suamiku. Suamiku selalu baik dan setia kepadaku tapi aku malah membalasnya dengan selingkuh dengan mantan pacar.
Aku mungkin bisa puas karena hasratku bisa terpenuhi oleh Andri tapi ketika sampai di rumah dan bertemu suamiku, aku langsung kelimpungan dan menyesal. Aku tidak tahu sampai kapan hubungan dengan Andri akan bertahan tapi aku mustahil akan meninggalkan Hero, suamiku.
Hingga akhirnya aku memberanikan diri mengakhiri hubunganku dengan Andri. Aku menguatkan diri untuk tidak bertemu dengannya selama mungkin. Aku mengganti nomorku dan menghapus nomor Andri meski aku tahu nomor itu masih tersimpan rapi di kepalaku.
Terakhir aku mendengar Andri sudah menikah dengan wanita teman kerjanya. Aku senang mengetahui itu tapi perasaan ini akan selalu ada untuknya. Akan kututup rapat-rapat cerita selingkuh ini, akan kubiarkan Andri tetap menjadi mantan pacar yang terindah.
Kini aku sudah mulai bisa menerima suamiku walau belum seluruh jiwa dan raganya. Tapi aku akan tetap berusaha mencintainya dengan tulus dan berjanji tidak akan lagi selingkuh. ***

