Responsive Ad Slot

Thank You So Much...Guruku

Tidak ada komentar

Rabu, 17 Mei 2023

Bu Guru Sexy

~ Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu.....

Waktu kecil, kita sering menyanyikan lagu ini di sekolah. Mungkin saat itu, lagu ini hanya sebuah lirik yang dinyanyikan begitu saja, tak begitu diresapi maknanya. Begitu dewasa, kita menyadari bahwa setiap guru sangat layak diapresiasi dengan lagu ini. 

Kalau melihat kita hari ini, ada 3 hal yang perlu kita syukuri. Orang tua, guru dan pertumbuhan. Ketiganya adalah elemen penting yang memberikan kita pengetahuan, pendidikan, pengasuhan dan perkembangan sehingga kita menjadi makhluk mandiri yang bisa hidup di tengah-tengah masyarakat. 
Hari ini, 25 November, adalah Hari Guru Nasional. Sudahkah Anda mengucapkan selamat dan terima kasih pada sosok-sosok guru dalam kehidupan Anda? 

Ada banyak jenis guru dalam kehidupan. Guru di sekolah, guru musik, guru silat dan berbagai macam guru lainnya. Namun bila ada yang ingin saya beri apresiasi, maka beliau adalah guru yang mengajari saya membaca dan menulis. Saya ingat, namanya adalah Bu Theresia. 

Menurut saya, tanpa bisa membaca dan menulis, maka saya akan buta pada semua ilmu dan bahkan buta pada kehidupan yang saya miliki. Saya bersyukur waktu itu Bu Tris (nama panggilan Bu Theresia), adalah sosok guru yang baik, sabar dan telaten membimbing seisi kelas kami. 

Saya suka setiap kali Bu Tris membuka papan belajar baca, kemudian mengambil kartu-kartu kecil  berisi huruf alfabet dan mulai mengajar b-a ba, c-a ca. Maka akhirnya saya tahu cara membaca dan bisa menuliskannya. 

Di buku tulis kotak besar kecil, kami belajar menulis huruf balok secara proporsional, meski milik saya tulisannya sebesar gajah. Begitu pula saat belajar menulis huruf latin, pasti tulisan saya keriting. 
Selain Bu Tris, adapun ibu saya yang juga seorang guru. Ibu saya lebih disiplin dan tegas dibandingkan Bu Tris, malah lebih keras. Tapi saya bersyukur. Kalau tidak ada ibu, mungkin tulisan saya sampai sekarang akan sebesar gajah dan keriting. Can you imagine that? 

Kedua sosok guru ini yang memberhasilkan saya melewati guru-guru lainnya. Guru bahasa Inggris, guru Matematika, guru PPKn bahkan guru Bahasa Indonesia. Semua guru sangat berjasa dalam kehidupan kita, namun saya sangat berterima kasih yang utama pada guru yang membuat saya bisa membaca dan menulis. 

Kini saya tak hanya bisa membaca dan menulis, namun bisa memahami sebuah tulisan dan memahami lirik lagu Hymne Guru di atas. Lagu tersebut adalah ciptaan Pak Sartono yang punya lirik indah dan mendalam. Beliau juga merupakan seorang sosok guru. 

Anda pasti juga punya nama sosok guru yang berkesan. Mungkin Anda bisa menyebut namanya atau mungkin guru itu berupa pengalaman. Apapun itu, ingatlah bahwa kita bisa sehebat sekarang juga berkat para guru. 

Guru memang pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk dalam kehausan akan pengetahuan. Selamat Hari Guru wahai pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih telah membuat kami menjadi insan yang berpendidikan dan berbudaya. 

Salahkah Aku Kembali Ke Mantan Suami?

Tidak ada komentar

Setelah bercerai dengan suami hidupku terasa sepi. Kuakui aku masih rindu dan mencintai mantan suamiku. Salahkah jika aku kembali ke mantan suami?

Aku dan suamiku, mas Agus (samaran) akhirnya bercerai setelah aku berhasil membuktikan perselingkuhannya. Dengan mata kepala sendiri kulihat mas Agus sedang bermesraan dengan seorang wanita di sebuah rumah kos.
Sejujurnya aku masih sangat mencintainya karena sebelum menikah kami sempat pacaran dua tahun. Kami juga sudah memiliki seorang anak. Tapi perselingkuhan yang dia lakukan sungguh membuatku sakit hati dan kuputuska untuk bercerai saja.

Hampir dua tahun aku berpisah dengan mas Agus, jangankan bertemu mendengar kabarnya saja tidak pernah. Anak ikut denganku, terakhir kudengar mas Agus pindah ke Kalimantan dan kerja di sana.
Harus aku akui aku rindu dengan masa-masa kami bersama dulu, bagiku Agus bukan sekedar teman hidup tapi sudah menjadi bagian dari kehidupanku. Aku rindu dengan kebersamaan kami dahulu.

Sekitar bulan lalu aku kaget ketika tiba-tiba mas Agus muncul di depan rumahku. Entahlah rasa rindu itu membuatku tersipu dan malu-malu ketika berbincang dengannya. Mas Agus terlihat kurusan dan dia mengaku belum menikah lagi sejak kami bercerai. Di Kalimantan dia kerja di lapangan membuat kulitnya menghitam dan kurang terawat. Aku iba melihat kondisinya. Rasanya aku ingin kembali kepadanya dan mengurusnya seperti dulu.
“Aku selalu memikirkan diri kita”, ujar mas Agus kepadaku. 

Dia memilih ke Kalimantan karena ingin melupakan masa lalunya denganku. “Tapi aku sulit untuk tidak memikirkan kamu”, lanjutnya yang membuatku tersipu. Rasa iba dan kasihan bercampur dengan mungkin sedikit cinta membuatku terharu. Tapi sayang perasaan itu tidak dapat mengubah kenyataan bahwa kami bukan siapa-siapa lagi sekarang. Rasa sakit itu seperti jarum yang menusuk hatiku, muncul di sela-sela rasa sayangku kepadanya.

Begitu dendam dan marahnyakah aku? mungkin benar kata pepatah, Lelaki bisa menahan marahnya tapi tidak mampu menghilangkan rindunya meskipun sedetik tapi wanita mampu menahan rindunya sampai kapanpun tapi tidak akan sanggup menghilangkan amarahnya walau sedetik.

Mas Agus berterus terang ingin kembali kepadaku, meski belum kuiyakan tapi kami semakin sering bertemu. Dia mengaku cuti dari pekerjaannya selama dua bulan, jadi selama dua bulan ini kami sering bertemu. Setiap malam minggu mas Agus pasti datang ke rumahku, ngobrol di rumah atau mengajakku jalan-jalan. Dia terlihat sangat bahagia jika berjalan bersamaku.

Hubungan kami semakin akrab, bahkan obrolan kami sudah menyerempet ke hal-hal sensitif, kami lupa kalau bukan suami istri lagi sampai suatu hari kami melakukan hubungan intim. Sekian tahun bercerai dengannya malam itu aku kembali dijamah olehnya. Kami sempat menyesal karena tahu kami bukan pasangan sah lagi, tapi di malam-malam berikutnya kami mengulanginya lagi. Sepertinya kami ingin menumpahkan dua tahun yang hilang dari kami dengan terus bersama-sama.

Terus terang sekarang aku bingung, kuakui aku merasa bahagia bersamanya dan menginginkan dia kembali menjadi milikki tapi bukankah itu berarti aku menjilat kembali ludahku. Aku mohon pendapat dari teman-teman pembaca, haruskah aku kembali ke mantan suami? ***

Royal Javanese : Interpretasi Keanggunan Modern Perempuan Jawa

Tidak ada komentar

Selasa, 16 Mei 2023


Kejayaan batik keraton Solo dan Yogyakarta kembali diangkat lewat karya-karya Barli Asmara. Tangan dingin Barli mengolah kain tafetta, satin, beludru, dan tulle menjadi aneka gaun bernuansa Jawa.

"Show kali itu mengambil tema Royal Javanese. Inspirasinya dari sosok perempuan bangsawan Jawa yang anggun," kata Barli di Jakarta Convention Center.

Dalam show tunggalnya ini, Barli membuat gaun-gaun Jawa modern yang diadaptasi dari busana tradisional masyarakat Jawa Tengah. Gaun-gaun bersiluet kemben, kebaya kutu baru, bustier dan gaun-gaun body contour.

"Di sesi terakhir ada juga baju yang dibuat mirip baju dodot, tapi saya kembangkan lagi dengan menggunakan rangka akrilik sehingga terlihat lebih modern," ujarnya.

Kebaya dengan bef atau kutu baru yang terkesan jadul, diolah lebih modern dengan menambah detail embroidery pada beberapa bagiannya.

Sentuhan Jawa modern juga terlihat ketika Barli menampilkan paduan kebaya kutu baru dengan rok panjang hitam dengan fringe. Ia juga memadukan kebaya kutu baru dengan rok transparan dengan rangka berbentuk kotak-kotak dari akrilik. "Garis kotak-kotak ini saya ambil dari gaya kain batik," ujarnya.

Gaun bergaya kemben bermotif kawung dengan detail ekor panjang berdraperi yang dililit dengan belt beronamen ukiran khas Jawa pun mencuri perhatian.

Barli juga menghadirkan signature style-nya dalam koleksi kali ini. Gaun-gaun cocktail body contour berwarna emas dengan tambahan fringe yang menutupi gaun. "Ini memang ciri khas saya, fringe itu Barli," katanya.

Meski fringe jadi ciri khasnya, namun ia mengaku kalau kehadiran detail fringe ini bukan asal buat. Detail menyerupai benang yang berjumbai ini dikatakan Barli diadaptasi dari sarung keris yang juga memiliki benang berjumbai layaknya fringe.

Selain fringe, ia juga menghadirkan beragam detail untuk mempercantik busananya, misalnya ruffle, payet, sequin, dan draperi.

Dalam satu show, Barli menampilkan 48 gaun yang kesemuanya didominasi dalam palet warna hitam dan emas. Warna hitam dan emas ini melambangkan keagungan dan kebangsawanan.

Sebagai pelengkapnya, Barli menambahkan aksesori berupa choker dengan liontin akrilik besar di leher. Besarnya liontin ini membuat para model dagu para model sedikit terangkat.

Kata Barli, ini sebagai lambang wibawa perempuan bangsawan. Aneka aksesori gelang di lengan sampai sepatu ukir dengan detail bunga-bunga di bagian hak-nya ini dibuat khusus oleh Barli.

"Jawa itu terkenal dari ukirannya, makanya saya buat aksesorinya juga yang senada. Termasuk choker, belt dan gelang lengannya,"

Batik print dan laser cut
Untuk menggambarkan keanggunan perempuan Jawa, Barli menghadirkan siluet gaun yang terbuat didominasi dengan batik bermotif kawung dan truntum.

Barli mengatakan, dari sekian banyak motif batik di Indonesia, truntum dan kawung dianggap yang paling menggambarkan keanggunan perempuan Indonesia.

Namun, motif-motif ini tidak dibatik langsung di atas kain, seperti batik tulis. Kain bermotif kawung dan truntum ini dibuat dengan teknik digital print dan laser cut. Dalam pembuatannya, batik laser cut ini dibuat dengan cara melubangi kain dengan menggunakan laser dengan bentuk kawung.

"Trial dan error untuk pembuatan batik laser cut ini sampai tiga kali baru akhirnya ketemu laser cut yang pas," katanya.

Untuk membuat baju dan mengkreasikan kain batik ini, Barli mengaku harus melakukan riset sebelum membuatnya. "Saya mulai risetnya sebelum Lebaran," katanya. "Di sana saya main ke Keraton, Museum, Candi yang ada di Solo dan Yogya," ucapnya.

Setelah Memaafkan Kekasih yang Berselingkuh, Bagaimana Harus Bersikap ?

Tidak ada komentar
Pemirsa, kecewa dan sakit hati pasti dirasakan 'korban' perselingkuhan. Meski perasaan sakit begitu dalam, tapi tak jarang wanita memberikan kesempatan kedua untuk merajut kembali asmara. 
Jika memang Anda memaafkannya sebaiknya Anda sudah tahu cara menyikapi hubungan yang baru saja mengalami drama. Sebab ketika kata maaf terucap, bukan berarti masalah selesai begitu saja. Tapi menjadi 'pembuka' untuk memikirkan tindakan selanjutnya.

1. Pertimbangkan Keputusan
Untuk menerimanya kembali memang tidak mudah. Untuk itu, setelah kata maaf terucap, buatlah keputusan dari kedua belah pihak untuk untuk memperbaiki hubungan, atau mengakhirinya saja. Itu pun perlu melewati sejumlah pertimbangan yang dipikirkan matang-matang. Ketika memutuskan melanjutkan jalinan asmara, apakah nantinya akan menuju sebuah perbaikan atau justru menambah konflik dalam hubungan.

2. Jujur Tentang Perasaan 

Di awal tragedi perselingkuhan pasangan, Anda mungkin jadi lebih insecure atau merasa tidak aman. Jujurlah padanya tentang perasaan Anda tersebut, sehingga ia tidak kaget atas perubahan sikap Anda yang lebih curiga. Jika memang dia berniat mengubah sikapnya, pasti dia bisa menerima perubahan sikap Anda tersebut. 

3. Melupakan Perselingkuhan
Meski perasaan curiga pasti akan selalu ada ketika sudah dikhianati, namun jika Anda sudah memutuskan untuk menerimanya kembali, Anda harus bisa tidak selalu membahas kesalahannya. Dari pada terus mengingat kesalahannya, sebaiknya hargai usahanya dan coba perbaiki hubungan menjadi lebih baik lagi. 

4. Jangan Jadi Posesif
Setelah diselingkuhi, tak jarang wanita akan bersikap posesif karena trauma si pria akan pergi lagi. Namun, sebaiknya Anda tidak perlu bersikap berlebihan karena bisa membuat hubungan tak berjalan baik. "Perilaku posesif akan membuat pasangan kamu merasa terkekang dan tidak dipercaya. Alih-alih membuat dia sadar, perilaku posesif justru dapat membuat dirinya malah meninggalkan kamu. Lantas apa yang harus kamu lakukan? Kuncinya adalah berusaha berpikir rasional," jelas psikolog Ratih Ibrahim.

Jogging Begitu Penting Untuk Tubuh Anda, Mau Tahu ?

Tidak ada komentar

Pemirsa, kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga. Tubuh yang sehat merupakan investasi jangka panjang. Karena dengan menjadi sehat, Anda bisa melakukan berbagai macam aktifitas yang Anda mau. Nah, salah satu cara untuk menjaga agar tubuh tetap bugar adalah dengan berolahraga.

Banyak wanita merasa olahraga adalah hal yang sulit dilakukan. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar, lho. Anda bisa melakukan olahraga yang sederhana seperti jogging. Meskipun terlihat sederhana, jogging memiliki begitu banyak manfaat untuk Anda, lho.

Seperti olahraga lainnya, jogging memiliki manfaat yang baik untuk tubuh karena mampumeningkatkan kemampuan tubuh untuk mengalirkan oksigen ke otot dengan lebih baik sehingga otot bisa bekerja maksimal. Hasilnya, jantung juga bisa bekerja lebih optimal dan akan mengurangi Anda terkena risiko serangan jantung. Selain itu, jogging juga bisa membuat tulang Anda menjadi lebih kuat, mengurangi resiko patah tulang dan menghindarkan Anda dari masalah osteoporosis.

Tidak hanya itu, olahraga ini juga bisa membuat Anda memiliki tubuh yang lebih proporsional. Jogging merupakan cara terbaik untuk membakar lemak. Jadi jika Anda bingung bagaimana caranya menurunkan berat badan, cobalah untuk mulai lari hari ini juga.

Seperti halnya olahraga lain, jogging akan membantu melepaskan hormon endorphin di otak. Hormon ini berfungsi untuk membuat Anda merasa lebih bahagia dan relaks. Nah, dengan rajin berolahraga, dijamin Anda akan bebas stres dan bahkan menjadi lebih percaya diri.

Nah, jika Anda sudah siap untuk melakukan jogging, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah memilih sepatu yang tepat untuk berlari. Tidak semua sepatu cocok untuk olahraga ini, karena jika Anda memilih sepatu yang salah, Anda justru bisa mengalami cidera.

Pilih sepatu khusus untuk lari yang bisa menyangga kaki Anda dengan baik seperti Nike Air Zoom Structure 18. Dengan memberikan topangan dan bantalan yang akan membantu kaki Anda melangkah dengan lebih mulus. Desain sepatu ini juga menambahkan Nike Engineered Mesh di bagian atas sepatu dengan Asymetrical Nike Flywire yang akan membungkus kaki Anda dengan sempurna sehingga memungkinkan kaki Anda bergerak dengan lebih natural.


Tidak hanya itu saja, Nike Engineered Mesh juga memberikan ventilasi yang presisi, dengan penopang yang ringan yang meningkatkan kenyamanan pada kaki Anda dan yang tidak kalah penting adalah memungkinkan kaki untuk bernafas. Anda tentu tidak mau kaki Anda bau karena keringat setelah berolahraga bukan?

Nike Zoom Air Technology adalah sepatu dengan bantalan tercepat dan paling responsif yang membuat sepatu ini menjadi pilihan untuk para atlit. Bantalan di bagian ujung kaki yang digabungkan dengan pegas pada jari kaki memberikan Structure 18 dengan transisi yang lebih cepat. Sepatu ini memang dibuat sebagai revolusi untuk kecepatan.

Uniknya lagi, Anda bisa menambahkan personal touch pada sepatu Anda dengan NIKEiD di nike.com. NIKEiD akan secara eksklusif menyediakan pilihan untuk Anda sesuai dengan lebar, garis kaos kaki dan pilihan warna, karakter yang Anda mau. Mau mencobanya ? Cepet buruan yah....ntar ketinggalan temenmu lho !

Aku Merasa Hidup Ini Tidak Adil

Tidak ada komentar


Aku merasa hidup ini tidak adil, di hati kecil aku selalu menyalahkan yang Diatas. Kalau sudah begini pasti kalian akan bilang makanya sholat, tidak bersyukur lo. Asal kalian tahu, saya juga sholat, selalu berdoa dan bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada saya.

Tapi lama-kelamaan saya merasa Allah tidak pernah mengabulkan doa saya. Saya selalu merasa sial dalam hal apapun yang saya kerjakan. Contohnya, saya selalu gagal masuk sekolah negeri, dari SMP, SMA sampai perguruan tinggi saya selalu gagal, dan masih banyak gagal-gagal yang lainnya. Padahal orang tua saya ingin sekali saya masuk ke sekolah negeri tapi apa boleh buat emang sudah nasib saya seperti ini.

Ibuku juga pernah bilang kalau nasibku kenapa sial melulu. Tapi saya yakin di dunia ini bukan hanya saya yang merasa hidup ini tidak adil, pasti setiap orang pernah merasakan hal yang sama seperti saya (jangan munafik). Bahkan di luar sana mungkin saja ada yang lebih parah dari saya.

Masalah yang saya rasa menjadi beban hidup saya selama ini, saya merasa seperti sampah, tidak berguna dan merasa Allah sudah tidak sayang pada saya. Saya pernah mencoba menceritakan masalah saya kepada sahabat-sahabat saya agar bisa memberikan solusi kepada saya, tapi mereka cuma menyuruh saya sabar, kata yang sudah tak asing lagi bagi saya.

Percuma curhat ke sahabat kalau solusinya cuma nyuruh sabar. Bodohnya kenapa saya harus cerita kepada orang lain, padahal hanya diri sendirilah yang akan mengerti, orang lain tidak akan mengerti. Dalam hati kecil ini tak hentinya bertanya? siapa yang bisa menjawab masalah saya, tapi saya juga tak tinggal diam untuk mencari jawaban.

Saya sering buka-buka internet dan membaca tulisan dan renungan Islam, saya juga mendengarkan ceramah pencerahan, tapi tetap saja saya merasa cobaan itu terlalu berat buat saya. Apakah karna setan telah menguasai pikiran dan tubuh saya, entahlah.

Suatu malam, saya merasa sangat lelah sekaligus bingung karena tidak menemukan apa yang saya cari, tidak ada jawaban yang memuaskan, akhirnya saya tertidur dan bermimpi “dunia kiamat”, semua orang berlari menyelamatkan diri sendiri, yang mengherankan saya dalam mimpi itu adalah seorang ibu yang lari menyelamatkan diri dan tidak memperdulikan anaknya yang masih bayi.

Terbangun dari mimpi buruk itu, saya banyak merenung, mungkin yang bisa menolong kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Saya pun mulai paham dengan hidup yang saya jalani, terima kasih ya ALLAH atas hidayah yang engkau berikan. Sungguh ini adalah kebesaran-Mu Ya Allah, saya pun mulai belajar ikhlas dengan apa yang saya lakukan dan ternyata hasilnya pun sangat indah.

Kesimpulannya  adalah, kenapa Allah memberikan cobaan kepada setiap manusia jawabannya adalah karena Allah sayang sama kita dan jika kita ikhlas dan tabah untuk menjani cobaan itu maka Allah juga akan memberikan nikmat yang begitu indah untuk kita rasakan. 

Jangan juga kita terlalu sering megneluh dan menceritakan masalah kepada orang lain karena orang lain tidak akan mengerti dengan masalah kita, hanya diri sendirilah yang dapat mengerti. Dan kita harus percaya bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Demikian kisah saya, jika ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat. ***



Punya cerita curhat untuk dibagi ke pembaca ? Kirim ke Redaksi

Asal Usul Nama " Indonesia "

Tidak ada komentar

Pemirsa, kayaknya aneh ya jika kita tidak mengetahui arti dan makna dari kata negara kita “Indonesia”. Berikut adalah penjabaran arti dari kata Indonesia :

Asal-usul nama Indonesia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatranayang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia“. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische ArchipelIndian Archipelagol’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost IndieEast IndiesIndes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische ArchipelMalay Archipelagol’Archipel Malais).

Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalahNederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo(Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.



Nusantara

Pada tahun 1920, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker ( 1879 – 1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh JLA. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam Bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).

Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyahitu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asliantara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.
Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.


INDONESIA

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia(JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama:Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians“.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:

Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago“.

Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.


Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalamEncyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).



Identitas Politik

Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Moh. Hatta
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:
“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini.
Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlahRepublik Indonesia.
Asal istilah nama Indonesia

Nama ” INDONESIA” muncul pertama kali tahun 1850 yang diciptakan/dipakai oleh James Richard Logan (ahli hukum Skotlandia) Menurutnya dia lebih menyukai isitilah geografis “Indonesia” yang bersinonim dengan “Kepulauan Hindia”.


Pendapatnya merupakan penolakan terhadap istilah “indunesians” dan “Melayunesians” yang digunakan oleh George Samuel Windsoe Earl unJustify Fulltuk menyebut penduduk Kepulauan Malayan.
JR Logan menciptakan istilah baru ” Indonesia” untuk menyebut penghuni wilayah gugusan nusantara dan membaginya menjadi 4 wilayah geografis : 1. Indonesia Barat terdiri dari Sumatera, semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa dan pulau-pulau antara. 2. Indonesia Timur Laut terdiri dari Formosa hingga gugusan Kepulauan Sulu dan Mindanao di Philipina hingga Kepulauan Visaya. 3. Indonesia barat daya terdiri dari Pantai timur Kalimantan hingga Papua Nugini termasuk gugusan kepulauan di papua barat, Kai dan Aru. dan 4. Indonesai Selatan terdiri dari gugusan kepulauan selatan trans-Jawa, anatara Jawa – Papua Nugini atau dari Bali hingga gugusan Kepulauan Timor.

Loga adalah orang yang pertama mengenalkan nama “Indonesia”, kemudian Adolf Bastian guru besar Etnologi Universitas Berlin yang mempopulerkannya di dunia akademis selama kurun waktu 1884-1894. Nama Indonesia sudah dikenal sebagai istilah budaya dan geografis, karena secara politis wilayah ini dikuasai Belanda dengan sebutan Nederlandsch-Indie )Hindia Belanda).

Ki Hajar Dewantara
Makna politis terminologi Indonesia baru tumbuh setelah abad ke-20, setelah Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) memakainya melalui pendirian biro pers Indonesische Per-bureu saat diasingkan ke negeri Belanda tahun 1913. Th 1922 atas prakarsa Mohammad Hatta mengubah nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia yang merupakan organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda yang didirikan tahun 1908.

Era ini merupakan penguatan gerakan pemakian nama “INDONESIA” sebagai penggagti istilah “Hindia belanda” oleh kalangan pemuda dan mahasiswa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan. Hal ini juga dibarengi adanya perubahan nama majalah milik Perhimpoenan Indonesia yauti Hindia Belanda menjadi “Indonesia Merdeka ” Sementara itu di tanah air, pergerakan memakai nama “Indonesia” dimulau th 1942 oleh dr.Soetomo pendiri Indonesische Studie Club. Setahun kemudian, Jong Islamieten Bond membentuk Kepanduan National Indonesische Padvinderi (NATIPIJ).

Nama “Indonesia” sebagai suatu negara dan bangsa baru muncul saat Soekarno – Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 1945. Kini Indonesia memasuki usianya yang ke-63 usia yang tidak muda lagi, apakah sudah terwujud cita-cita para pendiri negeri ini ?

Sekian sekilas tentang paparan sejarah bangsa indonesia semoga kita tetap tergugah untuk melestarikan nilai-nilai sejarah dan asal-usul diri kita sebagai bangsa yang besar dan bisa memberikan efek positif terhadap motivasi diri para generasi kita kelak untuk tetap menjaga nilai-nila luhur bangsa ini. ***** 

Diambil dari berbagai sumber.

Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde