Responsive Ad Slot

Punya Perangkat Lengkap, Pemerintah Disebut Punya Andil Sebar Hoaks

Tidak ada komentar

Jumat, 28 Juli 2023




- Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai penyebaran informasi bohong tidak lagi dilakukan oleh individu tapi dilakukan secara masif dan sistematis bahkan oleh negara. Namun tetap saja pemerintah tidak boleh membiarkan situasi ini semakin memperburuk proses berdemokrasi.

"Kalau kita lihat sejarah perkembangan hoaks awalnya itu dipakai untuk mantra menyihir. Kalau sekarang hoaks jadi penyebaran informasi bohong dan itu sekarang direproduksi tidak lagi oleh individu tapi sudah sistematis sekali dan pola penyebarannya rapi," ungkapnya dalam diskusi, Kamis, 27 Juli 2023.

Hoaks, menurutnya, merupakan maut apalagi dipergunakan dalam momen politik. Sehingga penegakan hukum yang adil menjadi kunci menangkal penyebaran hoaks.

"Mau pro dan kontra selama itu informasi bohong ya takedown semua, jangan yang satu dibiarkan dan satu ditindak nah itu tidak adil. Itu akan muncul terus sebagai bentuk perlawanan bahkan lebih masif. Komitmen itu harus ditampakan negara itu adil. Cuma yang jadi soal bagaimana kalau negara yang buat hoaks itu," cetusnya.

Dia menekankan partai politik punya peran penting memerangi hoaks termasuk simpatisan calon presiden yang ada sekarang. Dengan komitmen tersebut maka kita bisa menciptakan pemilu yang sehat dan pemimpin yang berintegritas.

"Kita sama-sama khususnya parpol sebagai peserta dan juga simpatisan calon presiden punya komitmen yang sama untuk mengantisipasi hoax. Maka kita akan bisa menciptakan pemilu sebagai sarana demokrasi dengan satu kualitas dan riang gembira menjalankannya tidak tegang, bangsa yang mau terpecah belah dan era itu harus kita akhiri," paparnya.

Pengamat politik Hendri Satrio menuturkan sebagai rakyat paling dicari pada pemilu yang dilakukan lima tahun sekali. Maka pergunakan waktu tersebut untuk menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan..

"Kita sebagai rakyat paling dicari-cari oleh negara itu 5 tahun sekali dari jam 7 sampai jam 12.00 menyampaikan pilihan dan pendapatnya," ucapnya.

Dalam survei yang dilakukan pada 2022 menunjukan indeks optimisme generasi muda tentang sosial sangat bagus yang berarti masyarakat percaya bahwa kebebasan berpendapat akan semakin tinggi dan media sosial di Indonesia akan semakin beredar.

"Nah repotnya di indeks optimisme politik dan hukum minus 10,2. Jadi ini terkait yang disampaikan soal keadilan atau hukum yang tidak tebang pilih"

Angka yang menunjukkan minus 10,2 menandakan kecilnya kepercayaan atau optimisme pemuda terhadap penegakan hukum dan pelaksanaan sistem politik di Indonesia. Hal ini menurutnya disebabkan oleh dua kelompok besar yang seringkali menyebar informasi bohong..

"Pertama adalah kelompok yang tidak mengerti dampaknya. Jadi itu pribadi saja, ini masalah eksistensi. Jadi kalau dia nyebar kebohongan itu makin top walaupun nanti ujungnya ditangkap polisi," imbuhnya.

Kedua adalah kelompok yang mengerti dampak yang kemudian sengaja menyebar hoaks dengan skenario besar. Poin kedua diyakini Hendri sangat dipahami oleh polri.

"Hoaks tidak bisa disamakan dengan produk jurnalistik. Mestinya kita membentuk satu dewan lagi yaitu dewan podcast karena podcast ini menjadi masalah, kalau ada apa-apa masuknya undang-undang ITE padahal kadang-kadang Informasi yang disampaikan itu dibaca juga oleh publik. Ini harus menjadi perhatian khusus," kata dia.

Sementara itu Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menuturkan Polri rutin menggelar operasi Mantap Brata jelang pemilu khususnya. Operasi tersebut dilakukan di pusat dan setiap daerah dengan 9 Satgas salah satunya Satgas Anti Money Politic dan Satgas Nusantara.

"Satgas nusantara yang bertugas untuk penanggulangan berita bohong dan juga penanganan konflik sosial. Jadi kalau kita bicara hoaks penduduk Indonesia 200 juta sekian bahwa pengguna internet 212 juta lebih penduduk Indonesia dan seratus juta lebih pengguna medsos. Sehingga penggunaan medsos dapat dimanfaatkan untuk kepentingan di dunia maya. Ada juga yang memanfaatkan untuk hoaks," tuturnya.

Berdasarkan data 2019 bareskrim paling banyak menaikkan perkara hoaks pada 199. Jumlah ini menurun pada 2020 menurun dan pada 2021 melandai.

"Itu sudah dikurangi dengan restorative justice," ujar dia.

Penerapan restorasi justice bersifat penyebaran hoaks secara individual. Restorative justice tidak bisa diterapkan pada semua kasus penyebaran hoaks khususnya informasi bohong, penghinaan bersifat sara, suku, agama, ras dan antar golongan.

"Misalnya menghina suku. Ini situasi yang akan mengancam perpecahan," ungkapnya.


Semangat Relawan Sosialisasikan Anies Hingga Pelosok

Tidak ada komentar



- Relawan terus berupaya menyosialisasikan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan hingga pelosok daerah. Seperti yang dilakukan relawan Anies Baswedan Republik Indonesia (ABRI) Satu terus melakukan gerakan konsolidasi pemenangan Anies.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu meresmikan relawan penggerak Rumah Anies di Jambi. Hal itu dilakukan untuk menyolidkan para relawan dalam menyosialisasikan Anies.

"Peresmian relawan penggerak, rumah Anies hingga jadi kampung Anies merupakan upaya kami menarik minat warga untuk memilih Anies, dimulai dari keluarga terdekat hingga keluarga terjauh," kata Ketua Umum ABRI Satu, Syifa Indriani, saat dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 27 Juli 2023

Syifa menyampaikan relawan ABRI Satu menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan simpul relawan Anies lainnya di Jambi. Menurut dia, hanya dengan berkolaborasi relawan bisa menjangkau seluruh lapisan untuk menangkan Anies.


"Untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024, relawan ABRI Satu siap bersatu dan berkolaborasi dengan simpul relawan Anies lainnya," ujar Syifa.

Dalam melakukan gerakan, kata Syifa, relawan ABRI Satu melakukannya dengan cara urunan. Mereka mengklaim tak dibayar dalam menyosialisasikan Anies.

Syifa menambahkan pihaknya bakal mengawal perolehan suara Anies di setiap tempat pemungutan suara di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami siap mengawal, mengawasi serta mengamankan suara Pak Anies di tempat pemungutan suara nanti," ujar Syifa.


Tanpa Dibayar ! ABRI Satu Siap Menangkan Anies Baswedan di Pemilu 2024

Tidak ada komentar



- Relawan sangat total menyosialisasikan dan memenangkan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan. Bahkan, ada sejumlah relawan bergerak tanpa bayaran.

Hal itu sudah menjadi komitmen relawan Anies Baswedan Republik Indonesia (ABRI) Satu. "Kami siap bergerak menjadi relawan ikhlas tidak dibayar untuk kemenangan Pak Anies," kata Ketua Umum ABRI Satu, Syifa Indriani, saat dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 27 Juli 2023.

Kebutuhan dana dalam melakukan pergerakan memang dibutuhkan. Syifa menyampaikan sumber dana mereka dalam upaya memenangkan Anies.

"Salah satunya dengan cara urunan," ungkap dia.

Dia menyampaikan ABRI Satu totalitas memenangkan Anies. Mereka bakal menyosialisasikan Anies hingga pelosok daerah.

Selain itu, mereka bakal bergerak hingga pemungutan suara. Pada hari pencoblosan, ABRI Satu akan mengawal pemungutan suara di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami siap mengawal, mengawasi serta mengamankan suara Pak Anies di tempat pemungutan suara nanti," ujar dia.



Soal Aliran Dana ke Panti Pijat, Rafael Alun Bungkam Saat Ditanya Media

Tidak ada komentar



Mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu, Rafael Alun Trisambodo diperiksa KPK atas dugaan gratifikasi dan TPPU. Diduga hasil korupsi Rafael Alun juga mengalir ke salah satu perusahaan panti pijat. Namun, Rafael bungkam saat ditanya wartawan.

KPK masih terus melakukan pengembangan penyidikan sekaligus menelusuri aset Rafael Alun Trisambodo. Rafael telah ditetapkan tersangka kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Guna kepentingan penyidikan, Rabu siang 26 Juli 2023, tim penyidik KPK memanggil dan memeriksa sejumlah saksi dan tersangka. Salah satunya memeriksa Rafael Alun dalam kapasitasnya sebagai tersangka. 

Usai menjalani pemeriksaan selama sembilan jam di KPK, Rafael Alun enggan menjawab pertanyaan wartawan seputar kepemilikan panti pijat. Rafael bungkam sembari menutupi wajahnya dengan map, seraya masuk ke mobil tahanan. 

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur mengatakan bahwa pencucian uang yang dilakukan Rafael Alun mengalir ke bisnis panti pijat. KPK sudah memeriksa Komisaris PT Keluarga Segar Sehat Syamsuri Liga pada 24 Juli 2023 lalu. 





Pria Prancis Diduga Aniaya Pacar WNI karena Tepergok Selingkuh

Tidak ada komentar



- Hati siapa yang tak hancur melihat anak yang kita lahirkan pulang dengan wajah remuk redam?" tulis aktivis sosial Bali, sekaligus desainer sepatu, Niluh Djelantik, mengawali keterangan unggahan di akun Instagram-nya, Rabu, 26 Juli 2023, terkait kasus pria Prancis diduga menganiaya pacarnya yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Di sederet foto di unggahan yang dimaksud, tampak sejumlah foto dan video bukti tuduhan penganiayaan yang dialamatkan pada WNA Prancis berusia 25 tahun tersebut. Disebutkan bahwa ia tega melakukan tindak kekarasan pada kekasihnya setelah tepergok selingkuh di Thailand.

Merujuk keterangan yang dipaparkan Niluh, berikut sederet fakta kasus dugaan penganiayaan tersebut.

1. Ditonjok berkali-kali

Niluh berbagi, "Hari ini Ega datang bersama ibunya. Wajahnya lebam. Tangisnya pecah saat menceritakan malapetaka yang dialaminya. Sang kekasih, calon suami yang seharusnya menjaga martabatnya, justru memperlakukannya dengan keji. Ega ditonjok berkali-kali, dicekik, darah berceceran, wajah berlumuran darah."

Lebih lanjut disebutkan bahwa Ega sebenarnya sempat berusaha menyelamatkan diri, namun "tak berdaya. "Beruntung petugas penginapan datang," imbuhnya. "Ega pun dilarikan ke rumah sakit."

2. Lapor polisi

Laporan kepolisian Thailand dan visum rumah sakit tempat Ega mendapat pertolongan medis telah diberikan pada pihak Kepolisian Resort Denpasar, sebut Niluh. "Mbok Niluh telah berkoordinasi dengan Kasatreskrim dan Kepala Imigrasi Ngurah Rai yang sigap menerima laporan kami," ia menyebut.

3. Identitas Pelaku

Dikatakan Niluh, pelaku kasus dugaan penganiayaan ini adalah WNA Prancis yang tinggal dan bekerja di Bali. "Kedua orangtuanya (pelaku) WNA Prancis dan menjalankan usaha properti di Bali," sambungnya.

Ia melanjutkan, "Penganiayaan terjadi di Thailand tanggal 19 Juli 2023. Khawatir akan keselamatannya, usai pengobatan dan pelaporan, Ega memutuskan kembali ke Indonesia. Semua biaya ditanggungnya sendiri."

4. Bakal Cari Pelaku

"Kamu sang pelaku," tulis Niluh. "PERTANGGUNGJAWABKAN PERBUATANMU !!!! Hanya karena marah karena ketahuan atas perselingkuhan yang kamu lakukan, bukannya meminta maaf, kamu malah tega merusak wajah, meludahi, menghantam perempuan yang setia merawatmu saat kamu sakit. Sampai kemana pun kamu, akan aku cari."

5. Jangan Lagi Ada Korban

Ega dan ibunya disebut berharap tidak ada lagi perempuan yang jadi korban "kebiadaban pelaku." "Negara harus hadir untuk perempuan. Negara harus tegas menindak pelaku kekerasan," kata Niluh.

"Mbok Niluh mensupport kerja keras Polresta Bali dan Imigrasi Bali untuk sesegera mungkin menangkap pelaku agar tidak malah kabur dari tanggung jawabnya. Perempuan di seluruh Indonesia. Kita kirimkan doa untuk Ega dan sang ibu," tandasnya.

Tutupi Perselingkuhan dengan Kekerasan


Sayangnya, ini bukan kasus dugaan penganiayaan pertama yang dilaporkan karena seseorang tepergok selingkuh. Mengutip Psychology Today, dikutip Kamis (27/7/2023), pengkhianat hubungan disebut cenderung melakukan kekerasan untuk "membenarkan atau menutupi perilaku mereka."

Penulis Out of the Doghouse: A Step-by-Step Relationship-Saving Guide for Men Caught Cheating, Robert Weiss, mengungkap, "Terkadang, kekerasan ini tidak disengaja dan orang yang berselingkuh bahkan tidak sadar mereka melakukannya. Di lain waktu, itu disengaja."

Di antaranya, ada kekerasan fisik yang dilakukan. "Penganiayaan fisik mencakup setiap tindakan fisik yang memaksa atau yang dirancang untuk mengintimidasi atau membuat orang lain melakukan sesuatu (atau menerima sesuatu) yang bertentangan dengan keinginan mereka," sebut Weiss.

Beberapa contohnya, yakni:

  • Meninju, menampar, mencekik, menendang, dan lain-lain.
  • Melempar barang ke pasangan.
  • Secara fisik membuat pasangan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya.
  • Menggunakan benda atau senjata apapun untuk melawan pasangan.
  • Mendorong, menarik, atau menahan pasangan.

Pelecehan Psikologis

Kekerasan fisik umumnya sepaket dengan pelecehan psikologis. Pelecehan emosional, terkadang disebut sebagai permainan pikiran, dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan dan kebingungan pada korban, menurut Weiss. Itu bisa termasuk:

  • Mengontrol dan/atau membatasi penggunaan ponsel, waktu bermain dengan teman, dan lain sebagainya.
  • Menyalahkan pasangan atas kesalahan sendiri atau ketika terjadi kesalahan.
  • Seseorang yang dituduh selingkuh mungkin menyangkalnya dan mengatakan pasangannya salah mengartikan, mengada-ada, dan mengungkap alasan semacam itu.
  • Mengontrol pasangan dengan uang. Tidak cukup memberi belanjaan dan kebutuhan lain, menahan tunjangan anak, membelanjakan uang dengan sembrono untuk diri sendiri sambil menempatkan pasangan pada anggaran yang ketat, dan sebagainya.
  • Memperlakukan pasangan seperti pembantu atau objek seks tanpa hak, mengecualikan mereka dari pengambilan keputusan, bertindak seolah-olah mereka adalah properti, dan lain-lain.

Weiss mencontohkan kalimat dari kliennya yang berselingkuh, "Saya menuduh istri saya paranoid tentang saya selingkuh, bahkan di hadapan bukti langsung bahwa saya memang melakukannya. Saya menyulutnya dengan cara ini karena saya ingin terus selingkuh tanpa konsekuensi." ***



Innalillahi wa inna illaihi roji'un, Penyanyi Sinead O'Connor Meninggal Dunia

Tidak ada komentar



- Sinead O'Connor meninggal dunia pada Rabu, 26 Juli 2023, di usia 56 tahun. Scotland Yard mengonfirmasi bahwa penyanyi berdarah Irlandia itu dinyatakan meninggal di sebuah properti di London selatan.

"Polisi dipanggil pada pukul 11.18 pada Rabu, 26 Juli, terkait laporan seorang perempuan tidak bergerak di sebuah rumah yang beralamat di area SE24," kata Polisi Metropolitan, dikutip dari People, Kamis (27/7/2023).

"Keluarga terdekat telah diberitahu. Kematiannya tidak dianggap mencurigakan. File akan disiapkan untuk Pemeriksa," tambah juru bicara itu. Penyebab kematian belum diungkapkan.

Sebelumnya, kabar kematian pelantun lagu Nothing Compares 2 U itu disampaikan pihak keluarga secara tertulis. Kematian penyanyi itu pertama kali dilaporkan oleh The Irish Times.

"Dengan sangat sedih kami mengumumkan meninggalnya Sinéad yang kami cintai," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan kepada RTE dan BBC. "Keluarga dan teman-temannya sangat terpukul dan meminta privasi pada saat yang sangat sulit ini."

Sinead O'Connor menjadi populer berkat lagu Nothing Compares 2 U yang ditulis dan dikomposisi oleh Prince itu memuncaki tangga lagu saat dirilis pada 1990. Sepanjang hidupnya, ia telah merilis 10 album, yang terakhir pada 2014 berjudul I'm Not Bossy, I'm the Boss.

Kiprahnya di dunia musik diganjar dengan empat nominasi Grammy pada 1991. Namun, ia memboikot ajang penghargaan bergengsi untuk musisi itu dengan menulis surat terbuka kepada Akademi yang dianggap 'mayoritas hanya menghargai sisi komersial seni saja'.

Robek Foto Paus Yohanes Paulus II


Dua tahun setelah lagunya meledak, O'Connor kembali membuat berita dengan perangainya saat tampil di Saturday Night Live. Ia merobek foto Paus Yohanes Paulus II setelah tampil menyanyikan lagu Bob Marley, War, secara akapela. Dia mengatakan kepada penonton saat itu untuk 'melawan musuh yang sebenarnya'.

Perilaku O'Connor itu merespons tuduhan bahwa Gereja Katolik berusaha menutup-nutupi kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Menurut New York Times saat itu, Gereja Katolik terlibat dalam gugatan hukum yang tak terhitung jumlahnya terkait kasus kekerasan seksual anak.

Aksi itu memicu reaksi serius terhadap O'Connor, meskipun dia mengaku tidak menyesal. "Banyak orang mengatakan atau berpikir bahwa merobek foto paus menggagalkan karier saya. Bukan itu yang saya rasakan tentang hal itu," tulisnya dalam bukunya pada 2021. "Saya merasa memiliki rekor nomor satu menggagalkan karier saya dan saya merobek foto itu mengembalikan saya ke jalur yang benar."

Pada 2021, dia mengumumkan pengunduran dirinya dari musik dan tur, menulis bahwa dia "semakin tua" dan "lelah". Namun, beberapa hari kemudian, dia berbalik arah, mengatakan, "Saya mencintai pekerjaan saya. Membuat musik. Saya tidak suka konsekuensi menjadi wanita berbakat (dan blak-blakan) karena saya harus melewati dinding prasangka setiap hari untuk mencari nafkah."

O'Connor bahkan sempat menulis di akun Facebooknya bahwa ia sedang menggarap karya musik baru dan berharap bisa menggelar tur internasional, beberapa pekan sebelum meninggal dunia.

"Hi semua, baru saja pindah kembali ke London setelah 23 tahun absen. Sangat senang bisa pulang :) Segera menyelesaikan album saya. Rilis awal tahun depan : )," tulisnya pada 11 Juli 2023. "Semoga Tur Australia dan Selandia Baru menjelang akhir 2024. Eropa, AS, dan wilayah lain mulai awal 2025 : ) #TheBitchIsBack."

Masa Kecil Menyedihkan


O'Connor lahir di Dublin, 8 Desember 1966. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan John dan Johanna Marie O'Grady. Masa kecilnya dihabiskan dengan penuh liku.

Orangtuanya bercerai. Pada 2012, ia mengatakan bahwa ibunya menyiksa mental dan fisiknya. "Dia memiliki sebuah ruang penyiksaan," kenang O'Connor atas sosok ibunya, Johanna O'Grady, sambil menangis saat diundang Dr. Phil. 

"Kenanganku paling awal adalah, dia mengatakan kepadaku bahwa aku semestinya tidak pernah dilahirkan. Dia tidak menginginkanku. Dia adalah orang yang senang, akan tersenyum saat menyakitimu."

Sang penyanyi memutuskan kabur dari rumah di usia 13 tahun untuk tinggal bersama ayahnya. Keputusan O'Connor kabur barulah permulaan dari masalah-masalah lain.

Dua tahun kemudian, O'Connor menghadapi masalah hukum. Pengadilan memutuskan ia bersalah karena mengutil dan dipaksa menghabiskan 18 bulan di rumah sakit jiwa untuk "wanita yang tidak bisa diatur".

Hidup O'Connor kembali merana setelah dituduh sebagai ibu yang sakit. Dia pun mencoba bunuh diri pada 1999, dilaporkan menelan 20 pil valium pada ulang tahunnya ke-33.

"Itu… setelah sesi di pengadilan hari itu di mana disarankan bahwa selama sisa hidup saya, saya hanya akan melihat putri saya sebulan sekali," katanya pada 2005. "Saya melakukan upaya bunuh diri yang sangat serius, dan saya hampir mati."

Didiagnosis Mengidap Bipolar


O’Connor didiagnosis mengidap bipolar dan juga gangguan stres pascatrauma kompleks serta gangguan kepribadian borderline. Pada tahun 2015, dia menjalani histerektomi radikal untuk mengobati endometriosis, yang membuatnya terpuruk.

"Anda tidak pernah dapat memprediksi apa yang mungkin memicu [PTSD]. Saya menggambarkan diri saya sebagai anjing penyelamat: Saya baik-baik saja sampai Anda menempatkan saya dalam situasi yang bahkan sedikit berbau seperti trauma yang saya alami, lalu saya membuka tutupnya," katanya kepada People pada 2021.

"Saya mengelola dengan sangat baik karena saya telah diajari keterampilan yang brilian. Ada banyak terapi. Ini tentang berfokus pada hal-hal yang membuat Anda damai, bukan pada apa yang membuat Anda merasa tidak stabil."

Seiring pemulihannya, ia menyibukkan diri dengan mengasuh anak dan mempelajari agama. Ia sempat menjadi pendeta di Gereja Tridentine Latin sebelum akhirnya menjadi mualaf pada 2018.

Namun, perjuangan kesehatan mentalnya terus muncul, yang berpuncak pada rawat inap pada 2022 setelah kematian putranya yang berusia 17 tahun, Shane. Putranya bersama musisi Dónal Lunny itu dilaporkan hilang pada Januari 2022, dan O'Connor mengungkapkan beberapa hari kemudian bahwa dia meninggal karena bunuh diri.

"Putraku yang cantik, Nevi'im Nesta Ali Shane O'Connor, cahaya hidupku, memutuskan untuk mengakhiri perjuangan duniawinya hari ini dan sekarang bersama Tuhan," cuitnya saat itu. "Semoga dia beristirahat dalam damai dan semoga tidak ada yang mengikuti jejaknya. Sayangku. Aku sangat mencintaimu. Semoga damai."***

Infografis tentang bipolar :




Usai Insiden Polisi Tembak Polisi di Cikeas. Densus 88 hingga Mahfud Md Merespon Hal Tersebut

Tidak ada komentar



Kembali terjadi kasus polisi tembak polisi. Kali ini terjadi pada anggota Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri. Korban adalah Bripda Ignatius Dwi Frisco (IDF) yang tertembak oleh rekannya Bripda IMS dan Bripka IG.

Ketiganya merupakan anggota Densus 88 yang saat kejadian berada di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor pada Minggu, 23 Juli 2023 sekitar pukul 01.40 WIB. Hal itu juga telah dikonfirmasi Kepala Bagian (Kabag) Ops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar.

"Mereka anggota Densus," ujar Aswin saat dikonfirmasi, Kamis (27/7/2023).

Menurut dia, senjata api meletus saat dikeluarkan dari tas dan mengenai salah satu dari mereka.

"Mereka anggota Densus. Yang terjadi adalah kelalaian anggota pada saat mengeluarkan senjata dari tas, kemudian meletus dan mengenai rekannya yang berada di depannya," kata Aswin.

Meski begitu, kata Aswin, pihak kepolisian tetap menangani kasus tersebut dan menetapkan dua anggota Densus 88 Antiteror Polri yang terlibat menjadi tersangka.

Menanggapi kejadian kasus polisi tembak polisi itu, pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku, siap membantu dan memberi bantuan hukum kepada keluarga mendiang Bripda Iganitus Frisco atau Bripda IDF terkait kasus polisi tembak polisi di Rusun Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor.

Hal tersebut disampaikan Hotman Partis Hutapea lewat akun Instagramnya, @hotmanparisofficial pada Rabu 26 Juli 2023.

"Oknum Polisi di tembak seniornya? Di kabupaten Melawi ! Apa benar dari Densus 88 jkt?? Viral berita ini di masyarakat adat dayak kalimantan barat! Tim Hotman 911 siap bantu kel korban mencari keadilan! TimHotman 911 ada daerah dayak!Tim hotman 911 daerah dayak sedang di rumah duka, tapi TKP di Cikeas Bogor," tulis Hotman Paris di akun Instagramnya, dikutip Kamis (27/7/2023).

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud Md menyerahkan kepada kepolisian untuk menyelesaikan kasus penembakan itu.

Berikut sederet respons mulai dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri hingga Menkopolhukam Mahfud Md usai kejadian polisi tembak polisi di Rusun Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor.

1. Hotman Paris Siap Beri Bantuan Hukum ke Keluarga Korban Bripda IDF


Pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku, siap membantu dan memberi bantuan hukum kepada keluarga mendiang Bripda Iganitus Frisco atau Bripda IDF terkait kasus polisi tembak polisi di Rusun Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor.

Hal ini disampaikan Hotman Partis Hutapea lewat akun Instagramnya, @hotmanparisofficial pada Rabu 26 Juli 2023.

Hotman mengaku, telah mendengar informasi mengenai peristiwa polisi tembak polisi di Cikeas. Ia pun siap membantu keluarga korban Bripda IDF untuk mencari keadilan atas kasus tersebut.

"Oknum Polisi di tembak seniornya? Di kabupaten Melawi ! Apa benar dari Densus 88 jkt?? Viral berita ini di masyarakat adat dayak kalimantan barat! Tim Hotman 911 siap bantu kel korban mencari keadilan! TimHotman 911 ada daerah dayak!Tim hotman 911 daerah dayak sedang di rumah duka, tapi TKP di Cikeas Bogor," tulis Hotman Paris di akun Instagramnya, dikutip Kamis (27/7/2023).

2. Densus 88 Sebut Senjata Meletus Saat Dikeluarkan

Densus 88  Antiteror Polri membenarkan ketiga personel yang terlibat peristiwa polisi tembak polisi di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, merupakan anggotanya. Senjata api disebut meletus saat dikeluarkan dari tas dan mengenai salah satu dari mereka.

"Mereka anggota Densus. Yang terjadi adalah kelalaian anggota pada saat mengeluarkan senjata dari tas, kemudian meletus dan mengenai rekannya yang berada di depannya," tutur Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (27/3/2023).

Meski begitu, kata Aswin, pihak kepolisian tetap menangani kasus tersebut dan menetapkan dua anggota Densus 88 Antiteror Polri yang terlibat menjadi tersangka.

"Permasalahannya sedang ditangani bersama oleh Densus dan Polres Bogor. Nanti penyidik
Polres dan Densus akan mengupdate perkembangannya," kata Aswin.

3. Menkopolhukam Mahfud Md Tegaskan Biar Diselesaikan Kepolisian


Anggota Polri Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage (IDF) tewas tertembak seniornya. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md menyerahkan kepada kepolisian untuk menyelesaikan kasus penembakan itu.

"Biar diselesaikan oleh polisi," kata Mahfud di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2023).

Menurut Mahfud Md, kasus ini sudah direspons cepat oleh kepolisian. Mahfud mengaku tidak berkomunikasi lebih jauh dengan Kapolri soal kasus ini, seperti saat kasus Ferdy Sambo.

"Ya kan sudah ditangani ya, sudah direspons, kan tidak usah semua hal saya harus ngomong ke beliau (Kapolri), itu sudah ada prosedurnya dan sudah cepat menurut saya cara menanggapinya," jelas Mahfud.

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage (21), anggota Polisi asal Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, meninggal dunia diduga akibat tembakan senjata seniornya yang sesama anggota Polri.***


Hotman Paris Siap Beri Bantuan Hukum ke Keluarga Bripda IDF, Korban Polisi Tembak Polisi di Cikeas

Tidak ada komentar



- Pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku siap membantu dan memberi bantuan hukum kepada keluarga mendiang Bripda Iganitus Frisco atau Bripda IDF terkait kasus polisi tembak polisi di Rusun Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor.

Hal ini disampaikan Hotman Paris Hutapea lewat akun Instagramnya, @hotmanparisofficial pada 26 Juli 2023 kemarin.

Hotman mengaku telah mendengar informasi mengenai peristiwa polisi tembak polisi di Cikeas. Ia pun siap membantu keluarga korban Bripda IDF untuk mencari keadilan atas kasus tersebut.

"Oknum Polisi di tembak seniornya? Di kabupaten Melawi ! Apa benar dari Densus 88 jkt?? Viral berita ini di masyarakat adat dayak kalimantan barat! Tim Hotman 911 siap bantu kel korban mencari keadilan! TimHotman 911 ada daerah dayak!Tim hotman 911 daerah dayak sedang di rumah duka, tapi TKP di Cikeas Bogor," tulis Hotman Paris di akun Instagramnya, dikutip Kamis (27/7/2023).

Sebelumnya, peristiwa polisi menembak sesama rekan anggota kembali terjadi. Korban atas nama Bripda IDF meninggal dunia ditembus timah panas.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, peristiwa penembakan terjadi di bertempat di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor pada Minggu, 23 Juli 2023 sekitar pukul 01.40 WIB.

"Telah terjadi peristiwa tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan matinya orang yaitu atas nama Bripda IDF," tutur Ahmad kepada wartawan, Rabu, 26 Juli 2023.

Menurut Ahmad, pihaknya menangkap dua tersangka, yaitu Bripda IMS dan Bripka IG, guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terkait peristiwa polisi tembak polisi tersebut.

"Saat ini kasus tersebut ditangani oleh tim gabungan Propam dan Reskrim untuk mengetahui pelanggaran disiplin, kode etik ataupun pidana yang dilakukan oleh pelaku," jelas dia.

Ahmad menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap anggota yang melanggar, baik terkait etik, disiplin, serta tindak pidana.

"Yang pasti Polri tidak akan memberikan toleransi kepada oknum yang melanggar ketentuan atau perundangan yang berlaku," kata Ahmad Ramadhan.

Hasil Otopsi Bripda IDF Korban Polisi Tembak Polisi

Jenazah Bripda IDF atau Ignatius Dwi Frisco yang meninggal dunia karena ditembak rekannya sendiri rampung diotopsi. Bripda IDF diotopsi di RS Polri Sukanto Jakarta dan kini sudah dipulangkan untuk dimakamkan.

"Kita kan kemarin nunggu orang tuanya nunggu keluarganya. Sudah di otopsi, sudah dibawa pulang ke Pontianak ya," kata Kepala Rumah Sakit (Karumit) Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Hariyanto saat dikonfirmasi, Kamis (27/7/2023).

Dari hasil otopsi, Bripda IDF tewas dengan satu luka tembak yang tembus dari kuping kanan ke kiri. Hal itu mengkonfirmasi sebagai video beredar di media sosial terkait perban yang melilit di kepalanya.

"Oh itu bukan konsumsi wartawan (hasil otopsi). Yang penting ada luka tembak 1 aja. Kamukan sudah tau, di video itu kan bener. Di bagian belakang telinga kanan sampai belakang telinga kiri," ungkapnya.

Hariyanto menegaskan, tidak ada luka lain yang bersarang di tubuh Anggota Densus itu. Selain dari satu luka tembak yang terdapat di bagian kuping.

"Nggak ada (luka lain) sudah itu sudah benar itu, dari videonya sudah. Dilaksanakan di sini udah bener, kemudian kenanya hanya luka tembak satu aja," bebernya.***


Benarkah Buron Harun Masiku Berada di Kamboja ?

Tidak ada komentar



- Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku kembali menjadi sorotan usai dikabarkan tengah berada di Kamboja. Bahkan, mantan Caleg dari PDIP itu juga disebut sudah berganti kewarganegaraan dan menetap di Kamboja.

Merespons kabar itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, tengah mendalami soal kabar keberadaan Harun Masiku di Kamboja. Namun, hingga saat ini pihak Interpol Kamboja belum mendeteksi keberadaan DPO KPK tersebut di wilayahnya.

"Sejauh ini, belum ada terdeteksi Harun Masiku di Kamboja belum ada," kata Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (27/7/2023).

Ramadhan menyampaikan tidak terdeteksinya Harun Masiku di Kamboja. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak interpol yang dilakukan Mabes Polri.

"Kita kemarin itu koordinasi dengan interpol Kamboja. Sampai sekarang belum ada informasi dari Kamboja," sebutnya.

Menurut Ramadhan, Interpol Kamboja pasti akan bergegas melakukan tugasnya dengan menahan Harun Masiku apabila keberadaannya terdeteksi di sana. dan hal itu sudah menjadi kewajiban Interpol Kamboja mengingat sudah diterbitkannya permintaan red notice.

“Terkait informasi saudara HM di Kamboja, apabila saudara HM melalui perlintasan resmi di negara manapun, pasti terdeteksi. Kewajiban dari interpol dari negara tersebut untuk menahan subjek dan menginformasikan ke interpol Indonesia sebagai negara penerbit atau peminta red notice,” jelas Ramadhan.


Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Krishna Murti mengungkapkan, pihaknya juga akan menyelidiki mengenai kebenaran kabar keberadaan buronan KPK Harun Masiku di Kamboja.

"Kami akan tindaklanjuti," kata Krishna saat dikonfirmasi.

Krishna mengatakan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan KPK, interpol serta otoritas Kamboja dalam memburu Harun Masiku. "Kerjasama dengan KPK Interpol, serta otoritas di Kamboja," ujarnya.

Adapun Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan bahwa pihaknya sudah sejak lama berkoordinasi dengan mabes polri. Bahkan, kata dia, koordinasi pencarian buronan tersebut sudah pada tahap penindakan saat Harun Masiku dikabarkan tengah berada di Malaysia.

"Kan koordinasi sudah dari dulu, kita minta supaya diterbitkan red notice, sudah, ke interpol, sudah," kata Alex dalam keterangannya, Kamis (27/7/2023).

KPK mengaku enggan bertindak gegabah dalam menindaklanjuti informasi yang saat ini tengah beredar. KPK menyebut akan memastikan informasi terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan. Mengingat, sebelumnya KPK sempat terkecoh soal keberadaan Harun Masiku di Malaysia setelah pihaknya menerjunkan tim, dan tak mendapatkan hasil.

"Kemarin ada informasi katanya ke Malaysia, kita sudah kirim tim, bahkan kita sudah kirim tim untuk menindaklanjuti informasi itu sudah, penyidik kita kirim ternyata kosong" pungkasnya.

Adapun perkembangan terakhir yang diperoleh KPK, Harun Masiku diduga tengah berada di luar negeri dan belum kembali ke tanah air.

"Infonya, dia di luar negeri. Tapi (pencarian masih) belum (ada hasil)," ujar Wakil Pimpinan KPK Nurul Ghufron.


Komisi antirasuah, sudah beberapa kali mengirimkan tim untuk mencari jejak Harun Masiku di sejumlah negara. "Kita sudah ke beberapa tempat di luar negeri tapi data-data itu masih nihil," papar Ghufron.

Ghufron menyebut, KPK tidak memasang target khusus terkait tenggat waktu perburuan Harun Masiku. "Nanti kalau sudah ada update akan kami sampaikan," ujar pria asli Madura ini.***


Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde