Seorang politikus kutu loncat yang sekarang di PDIP, bernama Ferdinand Hutahaean telah menantang apologet muslim Koh Dondy Tan maupun Bang Zuma ( Zulkifli M Abbas ) untuk berdebat soal lintas agama (Islam - Kristen).
Ferdinand Hutahaean Menantang Debat Lintas Agama Koh Dondy Tan, Bang Zuma. Tapi Ditunggu Gak Berani Nongol
Tidak ada komentarSenin, 08 April 2024
April 08, 2024Seorang politikus kutu loncat yang sekarang di PDIP, bernama Ferdinand Hutahaean telah menantang apologet muslim Koh Dondy Tan maupun Bang Zuma ( Zulkifli M Abbas ) untuk berdebat soal lintas agama (Islam - Kristen).
Warga Kampung Bayam Menangis Parah ke Anies: Nasib Kami Gimana, Pak?
Tidak ada komentarKamis, 18 Januari 2024
Januari 18, 2024“Pak, nasib kami gimana, belum ada kepastian tempat tinggal,” kata warga tersebut.“Yaudah, nanti kita beresin bersama, bismillah ya, sabar dulu ya, beberapa bulan lagi,” kata Anies menenangkan.
“Di Kampung Bayam itu semuanya sudah tuntas, tinggal diberi izin dan itu soal kewenangan aja mau diberikan atau tidak. Dan menurut saya harusnya diberikan," kata Anies dalam keterangan tertulis.
Survey Bloomberg, Anies Unggul di Pilpres 2024, Ekonom Tolak Politik Dinasti Jokowi
Tidak ada komentar"Para responden melihat dinasti Jokowi sebagai kutukan bagi perekonomian."
Pertambangan dan logam merupakan sektor yang paling menarik bagi investor untuk menjadi fokus pada tahun pemilu, diikuti oleh infrastruktur, dan energi terbarukan.
Gibran Menjadi Cawapres dari Hasil Putusan yang Tak Beretika, Sewajarnya MK Membatalkannya
Tidak ada komentarRabu, 08 November 2023
November 08, 2023Denny Indrayana Terkait Putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi :
Saya dapat memahami, menghormati, tetapi pada saat yang sama juga menyesalkan putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
Memahami, karena Majelis Kehormatan punya keterbatasan kewenangan, tetapi menyesalkan karena Profesor Jimly Asshiddiqie melepaskan kesempatan mengukir sejarah membuat putusan monumental (landmark decision) yang menegakkan kembali hukum Indonesia yang seharusnya bermoral dan berkeadilan.
Jika ada orang yang mempunyai kompetensi untuk menghadirkan keadilan konstitusional, maka sosok itu adalah Profesor Jimly Asshiddiqie—tentu bersama-sama dengan Profesor Bintan R. Saragih dan Yang Mulia Doktor Wahiddudin Adams. Karena itu, saya bersyukur dan menaruh harapan besar ketika mengetahui Profesor Jimly diberi amanah sebagai Ketua MKMK.
Kapasitas-intelektual Profesor Jimly jelas mumpuni. Integritas-moralnya nyata tidak terbeli. Sayangnya, putusan MKMK masih terjebak hanya menghadirkan keadilan normatif, tetapi gagal melahirkan keadilan substantif. Sebenarnya hanya dibutuhkan inovasi hukum, dan sedikit bumbu keberanian, untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dan konstruktif.
Hukum kita sudah sakit parah-sekarat. Menyembuhkannya tidak bisa dengan pengobatan biasa-biasa saja, tetapi perlu operasi besar yang memang meniti di antara jurang kehidupan dan kematian. Saat jantung keadilan tersumbat total lemak kolesterol “akal bulus dan akal fulus”, maka harus ada tindakan akal sehat yang membelah dada, dan mem-bypass aliran darah, agar kembali lancar normal.
Sayangnya, MKMK masih melakukan tindakan pengobatan biasa, dan membiarkan penyakit kanker hukum yang koruptif, kolutif, dan nepotis, tetap hidup dan tumbuh subur-menjalar, merusak sendi-nadi Pemilihan Presiden 2024 kita.
1. MKMK memilih menjatuhkan sanksi pemberhentian jabatan sebagai Ketua MK, padahal seharusnya pemecatan sebagai negarawan hakim konstitusi.
Karena alasan menghindari banding, MKMK memilih hanya memberhentikan Anwar Usman dari posisi sebagai Ketua MK. Padahal aturannya dengan jelas-tegas mengatakan, pelanggaran etika berat sanksinya hanyalah pemberhentian dengan tidak hormat. Lagipula ada konsep hukum acara, uitvoerbaar bij voorraad, putusan bisa tetap dijalankan lebih dulu meskipun ada upaya hukum banding.
Putusan MKMK yang demikian adalah setengah jalan, separuhnya lagi tergantung kesadaran Anwar Usman. Setelah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran berat, yaitu melanggar Prinsip Ketakberpihakan, Prinsip Integritas, Prinsip Kecakapan dan Kesetaraan, Prinsip Independensi, dan Prinsip Kepantasan dan Kesopanan, masih adakah sisa harga diri dan rasa malunya untuk bertahan. Akan lebih pas jika Anwar Usman tahu diri dan mundur sebagai hakim konstitusi. Meskipun, terus terang saya tidak yakin, tindakan yang terhormat demikian akan dilakukan.
2. MKMK tidak tegas mendorong Mahkamah Konstitusi Secara
Cepat Memeriksa Kembali Syarat Umur Capres-Cawapres
Dengan berlindung pada asas final and binding, MKMK membiarkan Putusan 90 yang dinyatakan lahir dari berbagai pelanggaran etika hakim konstitusi Anwar Usman tetap berlaku dan tidak mempengaruhi proses pendaftaran Pilpres 2024. Sambil secara tidak tegas, MKMK mengisyaratkan akan ada putusan atas permohonan baru terkait syarat umur capres-cawapres yang akan disidangkan lagi oleh Mahkamah Konstitusi.
Padahal, setiap asas hukum bukan kitab suci yang harus diberhalakan, apalagi dipertuhankan. Hukum selalu membuka ruang pengecualian, “exceptio probat regulam in casibus non exceptis“, the exception confirms the rule in cases not excepted. There is an exception to every rule. Selalu ada pengecualian atas setiap prinsip hukum.
Maka, jikapun tidak bisa menyatakan Putusan 90 tidak sah, paling tidak MKMK menyatakan dengan tegas dalam amarnya, agar Mahkamah Konstitusi memeriksa kembali perkara 90 dengan komposisi hakim yang berbeda, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, sebelum berakhir masa penetapan paslon Pilpres 2024 oleh KPU. Hal itu penting, justru untuk membuat pencawapresan Gibran Rakabuming Raka tidak terus dipersoalkan karena hadir dari hasil putusan MK yang telah dinyatakan melanggar etika.
Menyatakan pertandingan Pilpres 2024 sudah dimulai dan aturan syarat tidak boleh lagi diubah, adalah tidak fair. Karena Putusan 90 sengaja dilakukan jauh terlambat, menjelang masa pendaftaran paslon. Maka, hanya menjadi fair, jika politisasi kelambatan waktu putusan 90 itu diseimbangkan dengan percepatan Putusan 90 tanpa hakim Anwar Usman yang melanggar etika.
Saya dan Zainal Arifin Mochtar sudah memasukkan uji formil atas Putusan 90, jika saja ada niat, maka tidak sulit untuk MK memeriksa cepat formalitas uji syarat umur capres-cawapres, dan memutuskan sebelum batas penetapan paslon capres-cawapres oleh KPU di tanggal 13 November 2023. Hanya dengan demikian maka legitimasi konstitusional dan soal keabsahan pencawapresan Gibran Rakabuming Raka bisa dituntaskan.
Membiarkan Putusan 90 tetap berlaku, tanpa membuka ruang pemeriksaan kembali yang cepat, padahal ada Putusan MKMK yang mengatakan putusan itu dilahirkan dengan pelanggaran etika Anwar Usman, akan menyebabkan legitimasi pencawapresan Gibran akan terus-menerus dipersoalkan, bahkan membuka ruang impeachment, jikapun terpilih pada Pilpres 2024 yang akan datang.
Karena, putusan hukum yang hadir dengan pelanggaran etika, seharusnya batal moralitas hukumnya. “Leges sine moribus vanae“, laws without morals (are in) vain. Laws without morality are meaningless. Tegasnya, hukum tanpa moralitas, tidak ada artinya, dan karenanya batal demi hukum.
Jadi, Putusan MKMK belum tuntas menyelesaikan masalah. Masih menimbulkan komplikasi, akibat operasi dan solusi hukum yang setengah hati.
Sebagai satu-satunya pelapor yang mengajukan laporan jauh sebelum Putusan 90 dibacakan, dan Teradu dalam dugaan pelanggaran etika advokat yang dilaporkan oleh sembilan hakim konstitusi—yang kesembilannya kemarin dijatuhkan sanksi etika oleh MKMK, saya akan terus bersuara kritis atas pemanfaatan hukum oleh tangan-tangan kuasa dinasti yang terus cawe-cawe dalam Pilpres 2024. Karena, jika sedari awal proses pencalonan tidak dipastikan berjalan dengan benar, maka saya sangat tidak yakin proses selanjutnya dan hasil Pilpres 2024 juga akan berjalan dengan jujur dan adil.
Karena itu, setelah putusan MKMK ini, setelah bersama-sama Zainal Arifin Mochtar, mengajukan uji formil Putusan 90 ke MK, saya mempertimbangkan untuk menggugat pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif, ini ke sengketa proses di Badan Pengawas Pemilu RI.
Panjang umur perjuangan. Keep on fighting for the better
Indonesia.
Melbourne, 8 November 2023
Denny Indrayana
Untukmu Hai Pelakor, Kini Kamu Bisa Memiliki Dia yang Selama Ini Aku Perjuangkan Mati-matian
Tidak ada komentarSabtu, 21 Oktober 2023
Oktober 21, 2023Kemarin aku berbisik pada Tuhan, jika kamu memang jodohku, maka kuatkanlah hatiku. Jika tidak, tunjukkan lebih cepat, dan Tuhan mendengarku
Kau tahu bagaimana rasanya hatiku saat tahu dia diam-diam telah kembali ke kehidupanmu? Aku benar-benar hancur, hingga berharap bangun lebih cepat
Aku kesal dengan diriku yang terlalu memperjuangkanmu, sehingga tak ada sedikit pun kesempatan untukmu memperjuangkanku
Hatiku yang masih membantah kenyataan, memberanikan diri untuk minta kejelasan pada dia yang kau panggil sayang. Ternyata tak hanya aku yang mencintaimu
Aku bukan menyerah, hanya saja mengalah. Aku benar-benar lelah jika harus memperjuangkanmu yang nyatanya bisa saja kepadaku
Bagi Kamu Yang Seninnya Begitu Menyeramkan, Tetaplah Bertahan. Sesekali Apresiasikanlah Dirimu
Tidak ada komentarKamu hebat karena mampu untuk menghadapinya meski rasanya harus tertatih untuk melampauinya
Para pejuang rupiah, kamu adalah orang-orang hebat yang berani untuk melangkah. Kamu juga adalah orang-orang kuat yang mampu untuk bertahan. Rasanya berat, juga tidak mudah, tetapi kamu dengan segenap rasa tanggung jawabmu berani untuk melawan kerasnya paksaan dunia. Kamu dengan gajimu yang cukup sudah mampu untuk penuhi senyum tulus dari wajah kedua orang tuamu.
Kamu kuat abaikan bisikan untuk menyerah, juga mampu kesampingkan rasa lelah
Apakah jika kamu menuruti egomu untuk menyerah, kamu akan menjadi orang hebat?
Apakah tanpa berusaha dan bekerja keras, kamu bisa mendapatkan segala sesuatu yang masih menjadi mimpimu? Ingatlah bahwa kamu hanya manusia biasa, manusia yang banyak perjuangannya, manusia yang banyak keringatnya, juga manusia yang banyak lelahnya hanya demi sepeser mata uang rupiah.
Kamu keren karena berhasil lewati semua rintangan yang ada di depan mata
Meskipun rasanya berat dan tidak mudah, kamu keren karena kamu mampu untuk melewatinya. Kamu dengan segala perjuanganmu berhasil untuk sampai di titik yang nggak mudah untuk kamu capai. Walaupun rasanya sulit dan sering terpikirkan untuk menyerah, kamu keren karena memilih untuk bertahan dan melanjutkan perjuangan yang sudah dimulai. Kamu dengan segala kemampuan yang dimiliki berhasil untuk capai apa yang kamu inginkan dan kamu mau.
Kamu adalah salah satu yang istimewa dari sekian banyaknya mereka yang masih berusaha
Bertahan hingga di titik ini meski rasanya tidak mudah, tetapi kamu mampu. Kamu menakjubkan~
Usaha dan kerja keras yang berhasil kamu lewati tentu tidaklah mudah. Kamu dengan segala bulir keringat yang terus berjatuhan, juga kamu dengan segala mimpi yang berhasil kamu capai sangatlah layak untuk diberi sebuah kalimat apresiasi. Meskipun berat untuk dilewati dan tidak mudah untuk dilalui, tetapi kamu berhasil membuktikannya bahwa kamu mampu, kamu bisa, dan kamu menakjubkan.
Jadi, meski masih ada Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat untuk menuju Sabtu, semoga
Seninmu bisa jadi fondasi yang kokoh untuk mencapai mimpi. Untuk kamu yang masih berusaha hingga ingin menyerah, ketahuilah bahwa kamu adalah orang yang hebat. Apa pun yang kamu lakukan dan kamu perjuangkan, sadarilah bahwa segala sesuatu yang kamu kerjakan adalah valid dan layak untuk diberi banyak kalimat puji. Semangat terus, So
Kebanyakan Yang Ada Cewek Selalu (Merasa) Benar. Inilah 6 Alasannya
Tidak ada komentarKok aku jadi aku yang salah, ‘kan kamu yang dandannya salah.Tapi ‘kan kalau tadi kamu nunggu dandannya di sini, pasti kita nggak ketinggalan ijabnya Dinda.
1. Kepekaan yang dipunya cewek buat mereka selalu percaya diri dalam segala hal termasuk saat ada masalah
Kamu kok nggak cerita kalau ikut isi acara gigs kemarin.Iya aku khawatir kamu cemburu, soalnya yang isi acara ada teman-temanku yang cewek juga.Tapi ‘kan mending kamu bilang langsung, daripada aku tahu sendiri kayak gini.Tuh ‘kan aku salah lagi.
2. Karena urusan bertutur kata cewek memang lebih jago, dibanding cowok yang seringnya serba salah
Tapi kalau pakai yang abu-abu, aku kelihatan gemuk nggak sih?Ya udah kalau gitu yang cokelat tua aja.Jadi menurut kamu aku gendut?Lho aku ‘kan nggak bilang gitu….
3. Karena cowok harus lebih sabar dari cewek, mengingat kalian kelak akan jadi kepala rumah tangga
4. Kadang cowok sendiri tak sadar kalau dirinya berbuat salah, jadi wajar kalau akhirnya cewek marah dan merasa paling benar
Kok diam aja, Yang? Marah? Aku salah apa?Pakai tanya lagi. Pikir aja sendiri!
5. Ya karena inginnya cewek nggak cuma dimengerti, tapi juga dimaklumi termasuk persoalan salah dan benar ini
Kemarin ‘kan aku udah bilang jangan lupa dibawa kamera yang satunya.Ya udah sih, orang tadi lupa. Tadi kamu juga telat jemputnya, bikin aku tambah buru-buru!‘Kan bisa disiapin dari semalam.Pake kamera ipad aja ‘kan bisa, repot banget.Pokoknya dalam kondisi atau situasi seperti apapun yang salah tetap bukan cewek.
6. Karena pada dasarnya cewek selalu benar dan cowok selalu salah itu bagian dari hukum alam yang cukup dipercaya dan tak perlu penjelasan apa-apa
Ternyata Pemerintah Datangkan 852 TKA 852 TKA China Untuk Jadi Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Tidak ada komentarMinggu, 17 September 2023
September 17, 2023Benarkah Jokowi Siapkan Perang Untuk Melawan Rakyat Melayu ?
Tidak ada komentarFredrik J Pinakunary : Kasus Kamaruddin Simanjuntak Berbeda dengan Eks Pengacara Setnov
Tidak ada komentarSabtu, 16 September 2023
September 16, 2023Anies Baswedan Ungkap Kriterianya Tentang Timnas Amin
Tidak ada komentarDuaaarr ! Tanpa Syarat PKS Resmi Dukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Tidak ada komentarGegara Judi Online, Sopir Kepala Dinas PUTR Gresik Nekat Gadaikan Mobil
Tidak ada komentarInformasi yang dihimpun, pada hari Jumat (8/9) sekitar pukul 14.00, Reskrim Polsek Driyorejo mendapatkan informasi bahwa kendaraan jenis Toyota Inova Warna Silver nopol L 1581 JI yang dilaporkan korban di medsos berada di wilayah Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo.























